15 Agustus 2016

9Apps


Populernya HP Android membuat banyaknya para developer membuat aplikasi untuk OS Android. Google selaku pemilik Android memiliki web tempat download aplikasi Android, baik yang gratisan, maupun yang berbayar, yaitu Play Store. Melalui Play Store, pengguna bukan hanya bisa download saja, tetapi menyimpan progres game. Dengan begitu, untuk meneruskan game yang dimainkan, pemain tinggal login ke akun Google.
Di Play Store ada beragam aplikasi dengan berbagai kategori. Ternyata, ada banyak web untuk download aplikasi Android selain Play Store. Kalau di Play Store, jika versi Android tidak cocok dengan aplikasi, biasanya aplikasinya tidak bisa di-download. Solusinya adalah menggunakan aplikasi APK yang di-download di tempat lain. Ada banyak toko aplikasi Android selain Play Store, salah satunya 9APPS.


9APPS merupakan toko aplikasi Android alternatif Play Store yang menyediakan berbagai aplikasi seperti aplikasi chatting, game, launcher, dan sebagainya. 9APPS bisa jadi alternatif untuk download aplikasi, terutama untuk HP dengan RAM rendah. Pasalnya, ukuran aplikasi 9APPS cuma 1 MB sehingga tidak memakan banyak ruang memori.
Kalau ada update aplikasi juga ada pemberitahuannya, seperti halnya Play Store. Dengan kata lain, pengguna bisa update aplikasi melalui 9APPS.


9APPS ini masih satu kelompok dengan UC Browser, aplikasi browser cepat yang banyak digunakan di Indonesia. Dengan 9APPS, download aplikasi juga lebih cepat. Saya pernah coba download aplikasi di Play Store, tidak bisa, muncul keterangan bahwa memori tidak cukup. Eh download aplikasi di 9APPS malah bisa. Kalau waktu download lebih cepat kan juga menghemat waktu.
9APPS cocok untuk HP Android yang punya RAM rendah. Apalagi untuk yang menggunakan HP Android di area yang tidak terjangkau jaringan 3G/HSDPA/H+, cuma jaringan EDGE (E).
Aplikasi 9APPS tersedia dalam bentuk APK, tidak tersedia di Play Store. Masa sih Play Store malah menerima aplikasi pesaingnya?
Selain download aplikasi melalui aplikasi 9APPS di Android, aplikasi yang ada di 9APPS juga bisa di-download langsung dari web-nya dalam bentuk file APK. Bisa di-download dari Android, laptop, maupun komputer. Kalau download dari laptop atau komputer, file hasil download tinggal disalin atau dipindah ke HP Android.

3 Mei 2011

The First Motorcycle

Hot seat

The Benz engines were equipped with electronic ignition - a battery and trembler coil system with spark plug which was very advanced for its time. Daimler & Maybach used the simpler hot-tube system which gave engine speeds of up to 900 rpm compared to the maximum 180 rpm of other engines of the time.
In 1885, Gottlieb Daimler patented a light engine, which could be fitted into a vehicle. This engine had a closed crankcase and a single vertical cylinder and was jokingly know as the 'grandfather clock'. Daimler and Wilhelm 

Maybach could now fulfill the dream of a lifetime and decided that a two-wheeled vehicle could be used for testing the engine.

This resulted in the world’s first motorcycle, patented as ‘Reitwagen’. Incidentally, the exhaust was designed to be under the rider’s saddle – a less-than-ideal solution. This resulted in a hot seat whatever the weather!
Check out the stabilisers? makes getting your 'knee down' a bit difficult! From a technical point of view having 'Four' wheels made it a car not a bike, but why let the truth get in the way of a good story? Source: mercedes-benz